Selamatkan Hutan Mangrove Indonesia

by 02.47 0 komentar

Menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon pada 28 November dan Bulan Desember, harusnya ITS melakukan aksi untuk penyelamatan pohon. Bukan sekedar aksi menanam pohon biasa, namun aksi untuk menanam pohon mangrove yang kini berada pada ujung kepunahan.

 Hutan Mangrove atau yang biasa disebut hutan bakau adalah jenis hutan yang kurang populer di Indonesia. Sungguh mengherankan mengingat betapa besar manfaat mangrove dalam menyelamatkan lingkungan. Selain sebagai habitat bagi berbagai macam satwa dan tanaman, hutan mangrove juga mampu menyerap karbondioksida 10 kali lebih kuat daripada hutan kota.

Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan untuk melindungi pantai dari abrasi dan sebagai filter agar air asin tindak memasuki kawasan daratan. Namun ada satu manfaat yang luar biasa dari hutan mangrove, hal itu adalah kemampuannya untuk melindungi pantai dari hantaman tsunami. 

Menengok kembali tragedi gempa dan tsunami di Nangroe Aceh Darussalam tahun 2004 silam, kita dapat melihat pentingnya hutan mangrove sebagai perlindungan. Pulau Sumuleu yang masih utuh hutan mangrovenya mendapatkan dampak yang lebih kecil dibandingkan daerah aceh yang terhantam tsunami lainnya. Penelitian di Teluk Grajakan, Banyuwangi juga menunjukan bahwa mangrove dapat mereduksi tinggi gelombang sebesar 0,734 dan mengurangi energi gelombang sebesar 19,635 joule.

Pantaslah apabila Jepang yang juga rawan bencana tsunami menanam mangrove sebagai green belt atau sabuk hijau untuk mengurangi efek tsunami. Lantas bagaimana dengan Indonesia? 28 pantai Indonesia dinyatakan rawan terkena dampak tsunami karena hutan bakaunya sudah banyak yang beralih fungsi.

Jawa Timur sendiri merupakan salah satu lokasi yang rawan terkena tsunami. Namun ironsnya, hutan mangrove di Jawa Timur telah sampai di pengujung kepunahan. Di Sidoarjo, 48% mangrovenya telah beralih fungsi. Di surabaya, dari 26 km panjang garis pantai, hanya 8 km saja yang ditanami pohon mangrove.

Populasi mangrove terus menurun karena desakan industri dan pemukiman. Juga karena kurangnya peraturan daerah atau PERDA yang melindungi kelangsungan hidup hutan mangrove. Di Sidoarjo sudah terdapat Perda nomor 17 tahun 2003 yang cukup melindungi keselamatan mangrove di Sidoarjo. Namun di Surabaya, belum ada perda yang melindungi mangrove. Hal ini sangat mengecewakan mengingat dalam Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) tahun 2018, pemerintah akan menjadikan mangrove sebagai wilayah konservasi.

Melihat ketidak jelasan aturan pemerintah yang melindungi mangrove sementara populasi mangrove terus menurun, akankah kita sebagai kaum terdidik akan diam saja?. Apalagi gerakan penyelamatan mangrove sudah mulai tercium di daerah lain. Contohnya saja mahasiswa UPN Yogyakarta yang mengadakan gerakan penanaman pohon mangrove Oktober Silam.

Kita, civitas akademia ITS yang memiliki konsen cukup besar di bidang kemaritiman seharusnya mulai memperhatikan kondisi mangrove di lingkup Jawa Timur, khususnya di kota Surabaya. Apalagi lokasi ITS yang kebetulan sangat berdekatan dengan kawasan pantai.

Apabila kita menunggu ajakan dari pemerintah, maka usaha penyelamatan mangrove tidak akan kunjung terlaksana. Bukankah lebih baik lagi apabila kita yang menjadi pionir gerakan menyelamatkan mangrove Surabaya? Dengan gerakan ini, siapa tahu kita mampu menginspirasi perguruan tinggi lainnya untuk mulai memperhatikan kondisi hutan mangrove di daerahnya masing – masing. Kita bisa mendapat keuntungan ganda, menyelamatkan lingkungan sekaligus membuat pencitraan terhadap ITS.

Kita perlu mengingat bahwa masalah lingkungan bukan hanya milik mahasiswa Teknik Lingkungan, masalah maritim juga bukan hanya tanggung jawab mahassiswa FTK. Keberlangsungan hidup hutan mangrove merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat mengingat salah satu peran manusia adalah sebagai pengelola lingkungan. Maka belum terlambat bagi kita untuk mulai beraksi guna menyelamatkan hutan mangrove di Indonesia.

Mari kita mulai turun tangan untuk menyelamatkan populasi mangrove!

Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia!

Saktia Golda Sakina Dewi

Mahasiswa Desain Produk Industri angkatan 2013

kiki

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar